Jebolan Sastra Jepang Enggak Hanya Jadi Alih Bahasa

kerja

Freelancer Indonesia – Mungkin masih banyak kawula muda yang meragukan prospek karier jebolan Sastra Jepang. Alih ataupun guru seakan-akan menjadi acuan profesi bagi para mahasiswa Sastra Jepang selepas lulus kuliah.

Meskipun, berdasarkan Head of Japanese Department Bina Nusantara (Binus) University Elisa Carolina Marion, kesempatan kerja jebolan Sastra Jepang sungguh-sungguh luas. Apalagi memperhatikan atensi Jepang yang menghasilkan Indonesia sebagai tujuan investasi.

Investasi Jepang di Indonesia kian menggila. Tahun kemarin tetamu banyak sekali yang datang ke sini untuk kerjasama. Indonesia pangsa pasar yang menjanjikan dari bidang apa bahkan. Sehingga persoalan lapangan kerja tak perlu kuatir,” tutur Elisa di Kampus Binus Kijang, Kemanggisan, Jakarta Barat.

Ia membeberkan, lahan profesi jebolan Sastra Jepang tak terbatas. Mereka dapat menjadi ahli terjemah, guru, atau berprofesi di perusahaan Jepang. Ia mengukur, menjamurnya perusahaan Jepang di Indonesia menjadi peluang bagi tamatan Sastra Jepang untuk menjadi jembatan antara Jepang dan Indonesia dalam berkomunikasi.

Untuk itu, kata Elisa, para mahasiswa program studi Sastra Jepang juga dibekali dengan soft skills untuk melengkapi materi didik yang dikasih selama perkuliahan. Salah satu format soft skills yang ditanamkan oleh para dosen adalah etos kerja.

“Untuk hard skills kami bekali dari kurikulum yang merujuk pada keperluan industri sebab tiap tahun kami melaksanakan focus group discussion (FGD) dengan industri. Sekiranya soft skills kami kenalkan dengan etos kerja orang Jepang. Semisal belajar mengakui kekeliruan bukannya mencari kambing hitam serta bagaimana mencintai profesi bukan memperhatikan dari nominal gajinya saja,” katanya.

 

 

Kunjungi Juga Webiste Kami Di : https://fastwork.id/