Akibat Harga Bitcoin Jatuh, Pria Ini Langsung Miskin Mendadak

Akibat Harga Bitcoin Jatuh, Pria Ini Langsung Miskin Mendadak

Mata uang kripto ragam bitcoin masih fenomenal. Aset komputerisasi ini mempunyai pergerakan yang benar-benar pesat mulai dari naik sampai turun ke tahapan terbawah.

Ada seorang pengguna bitcoin yang mengalami kerugian besar bernama Sean Russel. Dia memang sudah berinvestasi di bitcoin semenjak November tahun lalu.

Baca Juga: bitcoin indonesia

Ketika itu dia menginvestasikan uangnya sebanyak US$ 120.000 (Rp 1,8 miliar) kemudian cuma dalam satu bulan investasinya melonjak jadi US$ 500.000 (Rp 7,4 miliar).

Russel bersuka cita bukan kepalang, dalam waktu singkat dia dapat menerima profit yang benar-benar besar.”Ketika itu saat aku bangun tidur, aku memandang nilainya terus meningkat,” ujar Russel.

Tapi pada Desember posisi bitcoin per keping berada di tahapan US$ 20.000 dan dikala ini turun dan diperdagangkan pada US$ 6.300, alias telah terjun bebas.

Russel malahan berupaya untuk mengurangi kerugiannya dengan mengalihkan bitcoin ke bitcoin cash dan uang kripto lainnya seperti Ethereum dan Ripple. Sayang usahanya tidak membuahkan hasil, kerugian yang sepatutnya dia telan telah menempuh 96%.

“Kerugian ini membikin aku hancur, aku syok. Aku pernah memandang info perihal miliarder yang pailit dan kini aku berada dalam posisi itu,” terang ia.

Seorang peneliti cryptocurrency Michel Rauchs membeberkan kenaikan harga bitcoin memang tidak dapat diprediksi. Sayangnya banyak pemberi modal tidak berpengalaman seperti mahasiswa, ibu rumah tangga pun nenek-nenek yang cuma meniru popularitas.

“Mereka diberitahu oleh iklan-iklan apabila investasi di bitcoin ini yakni peluang bagus. Mereka termakan dan membeli, namun kini mereka didera kerugian besar,” ujar ia.

CEO JPMorgan Jamie Dimon dan Warren Buffett sebelumnya telah memperingatkan para pemberi modal untuk tak melirik bitcoin sebagai instrumen investasi.

Minggu lalu harga bitcoin jatuh lebih dari 20% dalam dua hari. Ini terjadi sesudah Business Insider menerbitkan laporan apabila investment bank Goldman Sachs membatalkan agenda untuk penjualan cryptocurrency.

 

Baca Juga: blockchain indonesia