PT Inalum Berhasil Ekspor Aluminium ke Malaysia Sebesar 20 Ton

harga acp

 

PT INALUM (Persero) mengekspor 20.000 ton alumunium ingot ke Trafigura Pte Ltd, di Port Klang, Malaysia.

Pelepasan produk ekspor ini dikerjakan di Pelabuhan INALUM Kuala Tanjung dihadiri oleh Direktur Utama PT INALUM (Persero) Budi G Sadikin, Direktur Layanan Strategis Ogi Prastomiyono, Direktur Pengembangan Bisnis (Merangkap Direktur Pelaksana) Oggy A Kosasih dan jajaran direksi lainnya.

Baca Juga: harga acp

Lebih lanjut, Budi mengatakan, ekspor alumunium ingot ke Malaysia ini yakni langkah riil untuk menciptakan INALUM sebagai perusahaan global terkemuka.

“Ke depan, INALUM diinginkan sanggup membawa Indonesia sebagai salah satu pemain global dalam pasar alumunium,” ujar Budi via keterangan resminya, Selasa (2/10/2018) lalu.

Adapun, Kepala Komunikasi Korporat dan Relasi Pemerintah Inalum Rendi Witular menambahkan, ekspor ingot ke Malaysia telah dikerjakan sebagian kali.

“Ekspor kali ini ialah penambahan jumlah ingot yang telah diekspor sebelumnya,” ujar Rendi terhadap Kami dikala dihubungi Selasa (2/10/2018) lalu.

Kendati demikian, Rendi tak dapat menyuarakan lebih terperinci jumlah yang telah pernah diekspor sebelumnya. Walaupun, dari segi daya kerja, perusahaan memprediksikan ekspor alumunium ingot tahun ini akan menempuh 40 kilo ton.

Jumlah ini senilai US$ 79 juta, atau seimbang Rp 1,19 triliun dengan tujuan ekspor ke Jepang, Swiss, Singapura, Inggris, Australia, Korea Selatan, Hong Kong, Malaysia, dan Belanda.

Walaupun sekiranya diperhatikan secara holding industri pertambangan, untuk penjualan ekspor mineral, batubara dan produk hilirisasinya, perusahaan memproyeksikan akan membukukan sebesar US$ 2,51 miliar di 2018 ini, atau meningkat sebesar 33% dibanding realisasi 2017 yang sebesar US$ 1,89 miliar.

Kenaikan hal yang demikian khususnya disangga oleh daya kerja ekspor PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM).

Dari Januari sampai Agustus 2018, holding industri pertambangan mencatat pertumbuhan skor ekspor sebesar US$ 1,57 miliar atau 83% dari pencapaian akhir tahun lalu sebesar US$ 1,89 miliar.

” ini cocok dengan mandat penyusunan Holding Industri Pertambangan untuk menjadi perusahaan kelas dunia.¬† Untuk itu INALUM akan terus mengejar beraneka sasaran seperti pengembangan kapasitas produksi menjadi 1 juta ton dan peningkatan devisa negara via kesibukan ekspor alumunium,” pungkas Budi.

 

Baca Juga: http://kencanapanelindo.com/harga-pemasangan-acp/