Mengenal Bahan Dasar Almunium, Manfaat dan Pengerjaan Pembuatannya

Mengenal Bahan Dasar Almunium, Manfaat dan Pengerjaan Pembuatannya
APA ITU ALUMUNIUM?
Almunium merupakan salah satu elemen kimia dengan lambang Al dan nomor atomnya 13. Almunium termasuk ke dalam elemen yang amat melimpah pada kerak dibumi. Almunium termasuk logam kelompok utama (IIIA) yang bersifat amfoter dan ringan bersama magnesium dan platina.

Baca juga : harga pemasangan acp

HARGA ALUMUNIUM

Harga alumunium awalnya memang mahal, malah hampir sama seperti harga emas. Sebab sifatnya yang ringan dan amat kuat. Napoleon III pernah memerintahkan untuk membikin pakaian prajuritnya berbahan dasar alumunium menggantikan pakaian besi. Sebab harga alumunium yang amat mahal ini, pada ketika makan Napoleon III mengaplikasikan sendok garpu dari alumunium, tapi tamunya mengaplikasikan sendok garpu emas dan perak. Pada tahun 1825, pertam kali Almunium sudah sukses dipisahkan dengan senyawanya dengan sistem mereduksi alumunium klorida oleh Orsted, tapi masih belum dalam situasi murni. Pada tahun 1827, Almunium murni ditemukan oleh Wohler dalam bentuk serbuk berwarna abu-abu dengan memodifikasi pengerjaan Orsted.

Sekarang pengerjaan yang dipakai untuk menerima aluminum secara besar-besaran dipakai pengerjaan Hall-Heroult. Sistem ini ditemukan oleh dua orang yang umurnya sama (23 tahun), tapi di lokasi yang berbeda, merupakan Charles Martin Hall di Amerika dan Heroult di Paris pada tahun 1886. Pengerjaan ini membikin kedua orang ini mendadak kaya dalam waktu singkat dan meninggal dunia pada tahun yang sama pula (1914). Sesudah ditemukan sistem ini harga alumunium yang mulanya amat mahal menjadi turun secara drastis.

Bijih aluminum yang penting sebagai sumber aluminum merupakan bauksit. Bauksit yang dibuat dari tambang dihancurkan kemudian dihaluskan menjadi serbuk mengaplikasikan alat-alat tertentu, lazimnya Ballmil. Sesudah halus ditambahkan larutan NaOH pekat untuk melarutkan Al2O3 yang ada dalam bauksit walaupun zat lain tak larut.

Pencampuran Senyawa
Al2O3(s) + 2NaOH(aq) ―→ 2NaAlO2(aq) + H2O(l)

Sesudah dijalankan pemisahan larutan NaAlO2 diasamkan sehingga terwujud endapan Al(OH)3.

NaAlO2(aq) + H2O(l) + HCl(aq) ―→ Al(OH)3(s) + NaCl(aq)

Endapan Al(OH)3 disaring kemudian dipanaskan pada temperatur sekitar 1150°C sehingga terurai menjadi Al2O3 dan uap air.

Al(OH)3(s) ―→ Al2O3(s) + 3H2O(g)

Al2O3 inilah yang akan direduksi menjadi alumunium secara elektrolisis dalam suatu bejana yang disebut sel Hall-Heroult. Sebelum pengerjaan elektrolisis dijalankan, alumina dilelehkan terutama dulu dalam kriolit. Fungsi kriolit disini untuk menurunkan spot leleh alumina yang mulanya sekita 2000°C menjadi 900°C.

Lelehan alumina yang didapat kemudian dimasukkan ke dalam suatu bejana untuk pengerjaan elektrolisis yang disebut sel Hall-Heroult. Bejana yang dipakai terbuat dari besi dilapisi grafit yang sekalian berlaku sebagai katoda. Walaupun anoda dipakai batang-batang grafit yang dicelupkan ke dalam larutan.

Pengerjaan Pematangan
Dikala arus listrik dilakukan ion-ion Al3+ yang ada dalam larutan akan bergerak menuju katoda, yang kemudian direduksi menjadi alumunium cair walaupun ion-ion O2ˉ akan bergerak menuju anoda kemudian dioksidasi menjadi gas oksigen. Berikut tanggapan yang terjadi dalam sel elektrolisis.

Al2O3(l) ―→ 2Al3+(aq) + 3O2‾(aq)
Katoda : Al3+(l) + 3e ―→Al(l) × 4
Anoda : 2O2‾(l) ―→ O2(g) + 4e × 3
4Al3+(aq) + 6O2‾(aq) ―→ 4Al(l) + 3O2(g)
Almunium cair yang didapatkan dialirkan keluar dari sel kemudian temperatur diwariskan temperatur supaya didapatkan alumunium padat. Almunium yang didapatkan dalam format cair sebab temperatur di dalam sel elektrolisis melebihi spot leleh alumunium yang cuma 660°C.

Oksigen yang dibuat pada anoda bisa bereaksi dengan grafit yang dipakai menyusun gas karbon dioksida dan karbon monooksida. Kesudahannya anoda lama-kelamaan akan berkurang dan perlu diganti pada ketika-ketika tertentu.

Sifat Almunium
Penghantar listrik dan panas yang bagus padahal tak sebaik tembaga. Sebab mempunyai energi hantar listrik yang bagus ini aluminiumdigunakan pada kabel listrik menggantikan tembaga yang harganya lebih mahal.
Mempunyai warna yang stabil seolah-olah tak berkarat. Hal ini disebabkan alumunium amat kencang bereaksi dengan oksigen yang ada di udara menciptakan alumunium oksida.
Oksida yang terwujud tak gampang terkupas sehingga bisa melindungi permukaan alumunium yang ada dibagian bawah supaya tak terjadi oksidai berlanjut. Kecuali berupa lapisan tipis, oksida yang terwujud yakni lapisan tembus sinar sehingga alumunium seolah-olah tak berubah (konsisten mengkilat).

Permukaannya tak perlu di cat sebab telah cukup baik dan menarik.
Serbuk alumunium yang amat halus nampak mengkilat seperti logam aslinya sehingga acap kali dicampur pada minyak cat (vernis) menciptakan cat metalik yang harganya relatif labih mahal dibanding cat awam.
Cat-cat metalik kebanyakan dipakai pada barang-barang mewah, sebab dengan penambahan alumunium, cat bisa memantulkan sinar yang lebih banyak.

Tak bereaksi dengan asam atau bahan kimia lain yang terdapat dalam bahan makanan. Oleh sebab itu alumunium banyak dipakai sebagai bahan dasar pembuatan alat-alat rumah tangga misanya panci.
Dan alumunium diciptakan kertas alumunium yang amat tipis yang dipakai sebagai pembungkus rokok, gula, bumbu masak dan sebagian kebutuhan lain.

Paduan 95% alumunium dengan 5% elemen lain seperti Cu, Mg, dan Mn bisa dipakai menggantikan fungsi besi padahal tak sekuat besi. Contohnya dalam pembuatan pigura pintu dan jendela.

 

 

 

Terkait : http://kencanapanelindo.com/harga-aluminium-composite-panel/