Pemerintah Format Regu Khusus Taman Nasional Pulau Komodo

Pemerintah Format Regu Khusus Taman Nasional Pulau Komodo
Wakil Presiden Jusuf Kalla sedang mencari solusi untuk dilema-dilema di Pulau Komodo. Permasalahan ini berujung pada agenda penutupan Taman Nasional hal yang demikian oleh Pemprov Nusa Tenggara Timur. Ketua Regu Spesialis Wapres Sofyan Wanandi mengatakan sebagian pilihan solusi yang ditawarkan JK, yang juga Duta Besar Pulau Komodo, antara lain dengan pemindahan tamasya ke Pulau Rinca atau pelegalan batas kunjungan turis selama konservasi dikerjakan di Pulau Komodo. “Sedang dicari terbaiknya apa, apakah bukan untuk ditutup. Mungkin sekiranya (Pulau Komodo) ini dibetuli, Pulau Rinca itu kan juga ada komodonya atau dibikin spesial kuota, seumpama, dapat saja 800 ribu setahun agar tak merusak sehingga seluruh (pemeliharaan) ini dapat dilaksanakan,” kata Sofyan Wanandi di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Senin (18/2).

Baca juga : overland flores

Wapres JK sudah menyusun regu khusus untuk meneliti lebih lanjut berhubungan dilema di Pulau Komodo serta mencari solusi terbaik untuk pelancong, masyarakat dan pemerintah tempat setempat. Regu arahan JK hal yang demikian dikoordinasi lantas oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, dengan melibatkan Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat. “Kini ada regu di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bu Siti Nurbaya, dan aku harapkan ini dapat selesai secepatnya. Sehingga sesudah itu kita akan mengumumkan apa ‘policy’ terbaik yang dikerjakan Bapak Wapres,” terang Sofyan.

Wapres JK dijadwalkan meninjau lantas Taman Nasional Pulau Komodo pada Maret, sekalian menentukan kebijakan terbaik untuk mengatasi dilema di Pulau Komodo hal yang demikian. Pada Senin (18/2), Wapres mendapatkan kunjungan Member DPD Perwakilan NTT Adrianus Garu yang minta solusi atas keresahan sejumlah masyarakat sekitar kepada kehidupan perekonomian setempat jikalau Pulau Komodo jadi ditutup oleh pemerintah tempat setempat.

Adrianus mengatakan beberapa besar masyarakat sekitar Labuan Bajo menggantungkan hidup dari pariwisata di Pulau Komodo, sehingga jikalau Taman Nasional hal yang demikian ditutup karenanya perekonomian warga setempat bisa terganggu. “Penutupan itu kan berjenjang, untuk pengembangan dan pembetulan sarana, kami dukung yang seperti itu. Melainkan wajib ada solusi juga, telah ada ‘homestay’-nya, yang terang masyarakat di sana utang ke bank, utang ke koperasi, bagaimana ini solusi dari pemerintah,” kata Adrianus berakhir menemui JK di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Senin (18/2). Permasalahan mengenai Pulau Komodo bergulir semenjak November 2018, dikala Gubernur Viktor mengatakan berkeinginan ambil komponen dalam pengelolaan Taman Nasional hal yang demikian.

“Sebetulnya seluruh di tangan sentra, konservasi itu bukan oleh pemda padahal tentu pemda wajib dikasih peluang juga untuk merasakan hasil ketimbang pariwisata itu,” ujar Sofyan. Sesudah itu, Viktor Laiskodat juga menimbulkan wacana untuk menaikkan harga karcis masuk bagi pelancong asing sebesar 500 dolar AS dan turis dalam negeri senilai 100 dolar AS. Terakhir, Viktor kembali menimbulkan pernyataan untuk menutup sementara Taman Nasional Komodo selama satu tahun, dengan alasan pemeliharaan untuk binatang komodo yang kian hari kondisinya kian kurus sebab kurang makan.

 

 

 

Berita terkait : trip labuan bajo