Berani Berangan-angan Besar dan Menjaga Lingkungan

Sebanyak 400 siswa SDIT hal yang demikian kedatangan “tetamu” dari kakak-kakak mereka lulusan Institusi Dana Pengelolaan Pengajaran ( LPDP). Via program “Massive Action 2019”, belasan penerima beasiswa LPDP asal Jakarta kembali ke tanah air untuk memberikan bakti terhadap negeri melalui para siswa sekolah dasar ini.

“Alumnus penerima LPDP tak cuma kuliah hingga ke luar negeri, melainkan kami ingat pulang dan igin berbagi di daerahnya kembali,” terang Khuswatun Hasanah penanggung jawab program “Massive Action 2019” untuk regional Jakarta.

Via program ini para lulusan LPDP memberi dukungan kepada pemajuan edukasi buah hati semenjak umur dini. Program tahunan ini secara serentak diselenggarakan di 27 Provinsi pada 21-25 Februari 2019 akan datang. Dari presiden sampai youtubers Kepala Sekolah SDIT Al Muhajirin Pondok Kopi, Jakarta Timur memberi apresiasi positif absensi lulusan LPDP.

Menurutnya, sepanjang kesibukan, kreativitas siswa timbul secara spontan. Via tema pengenalan pekerjaan, siswa malahan tertantang berani bercita-cita menjadi presiden dan menteri. “Persepsi siswa tak cuma tahu pekerjaan terbatas pada dokter, guru, dan polisi. Jadi lebih kaya lah persepsi kepada pekerjaan.

Apalagi jaman komputerisasi yang kencang ini, jadi tahu, kan mereka apa sih itu youtuber, pembalap, pekerja seni, dan lainnya,” ujar Kepala Sekolah SDTI Al Muhajirin. Khuswatun Hasanah membeberkan dalam pengenalan pekerjaan para lulusan mengajak para siswa untuk berani memperkenalkan keinginan mereka.

“Harapannya siswa telah tergambar berkeinginan mengejar apa di masa depan, berkeinginan menjadi apa. Pekerjaan itu banyak, berimajinasilah akan menjadi apa,” jelasnya. Peringati Hari Peduli Sampah Nasional Aktivitas ini sekalian memperingati 21 Februari 2019 sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Siswa diajak untuk mengenal keadaan darurat sampah di Indonesia, terutamanya sampah plastik.

Dongeng menjadi media andalan menarik perhatian siswa dalam mengeksplor bahaya sampah plastik. “Siswa juga diedukasi soal sampah, apalagi sekolah kami memang sedang konsentrasi gerakan diet plastik. Sebab sampah plastik telah sungguh-sungguh urgent kan ya. Belum lagi musim demam berdarah seperti ini, sampah sungguh-sungguh menjadi concern kami,” tutup Ita.