Sekolah Kreatif Komputerisasi Berkembang Kencang

Member kelompok sosial pencetak industri komputerisasi kreatif di wilayah Komputerisasi Hub BSD, bertambah lagi.

Group Michael Widjaja mengaku akan menggandeng lebih banyak lagi kelompok sosial serupa yang dapat masuk wilayah ‘Silicon Valey’-nya Indonesia.

“Kita tak memegang sasaran, dapat sebanyak-banyaknya. Tetapi tak sembarang, semestinya mereka yang memiki passion-nya, jadi punya passion atau motivasi yang sama untuk membangun kelompok sosial industri kreatif komputerisasi disini,” tuturnya, ketika menghadiri peluncuran daerah belajar Creative Nest Indonesia, di The Breeze BSD, Kabupaten Tangerang.

Michael memandang, Indonesia mempunyai kesempatan kemajuan bisnis kreatif komputerisasi dan startup dengan melesat.

Khususnya pada era industri 4.0, benar-benar penting menyediakan daerah untuk menunjang SDM profesional penyokongnya.

“Jadi, sebelum terjun sebagai seorang profesional, menimba ilmu sebanyak-banyaknya di kelompok sosial ini. Sekalipun ia telah pernah belajar, dapat mengulangnya disini,” kata Michael.

Layak Atensi dan Talenta

Tinggal pilih cocok ketertarikan dan talenta, mulai dari daerah belajar khusus kartun, startup, video konten musik hingga film.

Karenanya tak heran, para pebisnis ulung di bidang kreatif komputerisasi, berkumpul di Silicon Valey-nya Indonesia itu.

Ucap saja Alamanda Santika, mantan VP Gojek yang sekarang mendirikan Binar Academy. Kemudian terupdate, eks sutradara Patrick Effendy yang sekarang mendirikan Creative Nest Indonesia.

“Tidak terutama ialah, menyediakan daerah komunitasnya untuk saling bersua, berbicara dan mempunyai passion yang sama di bidang kreatifitas komputerisasi,” tutur Michael.

Sementara, Badan Ekonomi Kreatif Indonesia atau BEKRAF mengakui kurangnya SDM penggagas industri kreatif komputerisasi di Indonesia.

Meskipun, potensi bisnis hal yang demikian benar-benar besar dan benar-benar disayangkan kalau tak dimanfaatkan dengan bagus oleh kekuatan profesional.

“Tidak ada kini, cuma sekadar tahu dari belajar di media sosial atau YouTube. deep learning, makanya, pemerintah masih benar-benar memerlukan banyak sekali institusi pengajaran kreatif komputerisasi,” ujar Hari Sungkari.