Membayar Untuk Kantong Kertas Untuk Kemasan Minuman dan Makanan

Hasil gambar untuk paper bag

Framingham Pertama melarang kantong plastik di check-out kios. Sebagian orang mengambil isyarat untuk membawa ransel mereka sendiri, melainkan yang lain cuma beralih ke kertas. Pada hari Selasa, Dewan Kota akan menuntaskan regulasi baru yang mengharuskan perusahaan untuk membebani pembeli setidaknya 10 sen untuk kantong kertas atau ransel yang bisa diaplikasikan kembali, upaya untuk membujuk pembeli dari segala ransel sekali gunakan.

Cuma ada sebagian kantong plastik yang kusut dengan sampah di dalam seperti gelas kertas.

“Pada lazimnya, kita memperhatikan pengurangan dalam kantong plastik di keranjang daur ulang,” kata Sarnosky.

Pembeli Framingham mungkin memakai lebih sedikit kantong plastik, melainkan satuan tugas yang berkumpul untuk mempelajari efek larangan kantong plastik menemukan banyak orang yang beralih memakai kantong kertas seperti cup es cream yang disediakan oleh pengecer dikala check-out.

Kantong kertas itu, yang dikala ini cuma-cuma pada dikala check-out, akan lantas membebani pembeli Framingham.

Dewan Kota Framingham memilih bulan ini untuk minta segala kios menyediakan kantong kertas yang bisa diaplikasikan kembali atau tersedia untuk dibeli dikala check-out dengan tarif minimum 10 sen. Pengecer akan menaruh uang yang mereka kenakan terhadap pelanggan untuk kantong kertas yang bisa diaplikasikan kembali atau. Regulasi baru akan berlaku pada 1 Januari 2021.

Pada pertemuan Selasa malam, Dewan Kota kemungkinan akan memilih untuk menuntaskan regulasi baru, dan untuk menghapus komponen dari aturan yang membebaskan mereka dari program bantuan makanan dari membayar tarif ransel, atas anjuran dari Advokat Kota Christopher Petrini.

Tarif ransel dialamatkan untuk lebih membujuk pembeli Framingham supaya membawa ransel mereka sendiri yang bisa diaplikasikan kembali ke kios, kata Member Dewan Kota Judy Grove, yang mencetus upaya untuk memperbaharui aturan pengurangan ransel.

“Larangan yakni sistem bagi orang untuk berdaya upaya seputar apa yang mereka lakukan kepada planet kita,” Grove mengatakan terhadap Daily News.

Sementara kantong kertas kerap kali kali lebih gampang didaur ulang ketimbang kantong plastik, yang kerap kali usai di pohon-pohon atau hanyut untuk selamanya di lautan, mereka masih memakai sumber kekuatan untuk menjadikan yang membahayakan bagi lingkungan.

Diperlukan lebih banyak kekuatan untuk membikin bubur kertas dan membikin kantong kertas ketimbang membikin kantong plastik sekali gunakan dari minyak, berdasarkan The New York Times, yang mengutip sebuah penelitian yang menemukan bahwa seseorang patut memakai kembali kantong kertas setidaknya tiga kali sebelum pengaruh lingkungannya sama dengan kantong plastik polietilen yang diaplikasikan sekali.

“Anda dapat mendapatkannya seharga 99 sen dan mengaplikasikannya selamanya,” katanya.”Aku pikir itu pandangan baru yang baik untuk menyelamatkan planet kita untuk cucu-cucu kita dan si kecil-si kecil masa depan di dunia.”Kantong kertas boros,” kata Ella Lesperance, seorang warga Wayland yang berusia 16 tahun, menambahkan bahwa orang-orang perlu menjauh dari segala ragam paper lunch box sekali gunakan.